Hidup di dunia ini, pasti butuh yang namanya uang. Dari jaman flinstone hingga jaman bill clinton sekarang juga masih butuh yang namanya duit. Tak heran bila cinta sejati sudah mulai pudar, seiring makin bertambahnya kebutuhan hidup. Padahal saya bisa hidup sekarang adalah karna cinta kasih yang sejati.
Saya sendiri pernah mengalami yang namanya kisah tragis antara cinta dan uang. Ceritanya dulu sewaktu masih kelas 3 SMA saya pernah menaksir temen gereja yang kemudian saya kejar mati-matian. Setelah berjuang, akhirnya saya pun berhasil mendapatkan hatinya. Perjuangan saya yang diawali dengan persaingan antara setir bundar dan setir lurus, menuai hasil yang memuaskan saya.
Setelah persaingan cinta itu dimenangkan saya, timbul masalah baru. Si ortu daripada cewe saya itu ingin memutuskan hubungan kami, dengan alasan duit. Apa salahku? Apa salah ibuku? Itu kata yang timbul dalam benakku. Apa mereka (orang kaya) itu lahir langsung membawa emas, kalung berlian dan mobil mercy dalam kandungan? konyol memang, tapi itulah dilema cinta jaman sekarang.
Keputusan si ortu daripada cewe tersebut memang tidak berterus terang mengenai uang, tapi lebih kepada sindiran. Ia mengijinkan anaknya untuk berpacaran dengan si setir bundar daripada saya dengan alasan si setir bundar sudah bekerja. Ya iyalah, wong umurnya uda waktunya kerja, sedangkan saya lulus SMA aja belum, kalo uda kerja ya ga normal kan?
Akhirnya saya memaklumi keputusan itu dengan rasa sadar akan cinta yang sudah mulai bisa dibeli dengan uang. Mulai kubayangkan betapa banyak ortu yang “menjual” anaknya kepada ketakutan akan masa depan mereka. Ketakutan yang mereka buat sendiri.
Untungnya, si cewe ini tetap teguh memilih saya. Saat itulah saya benar-benar jatuh cinta kepadanya. Walau pada akhirnya kami merasa tidak cocok satu sama lain, saya salut akan cinta nya.
Menurut pandangan orang kebanyakan, melihat uang dibalik cinta itu sudah merupakan kenyataan. Hidup bermodalkan cinta hanya akan menuai kemisikinan, masa depan yang suram dan lain sebagainya. Berbeda dengan pandangan saya, hidup diawali dengan rasa cinta akan membuat masa depan yang suram menjadi indah, makan nasi+sambel lebih enak ketimbang makan pizza.
Meski saya belum pernah merasakan makan nasi+sambel, tapi saya pernah merasakan hidup serba susah. Tapi hidup yang saya jalani begitu indah, karna cinta kasih daripada orangtua saya, walau mereka bukan orang kaya. Mungkin ini cinta yang dimaksud cinta sejati?
Pendirian saya tetap sama, cinta dan uang tidak bisa disatukan. Cinta adalah cinta titik. Bila ada yang melihat cinta dengan uang, maka itu bukanlah cinta, melainkan pertimbangan akan ketakutan masa depan mereka yang menurut saya ironis sekali.
Sejak lahir manusia sudah ditakdirkan untuk bekerja, menghidupi diri mereka dan keluarga, jika orang mau menjalani akhir hidupnya dengan orang yang bisa membuat mereka berkecukupan, bagi saya orang itu adalah orang yang takut menjalani hidupnya dan hidupnya sudah dijual hanya demi mendapatkan uang.
cinta cinta, dari dulu deritamu tiada henti…
bagaimanapun keduanya ya harus balance mas, apalagi ntar kalo udah beranak-pinak… ga mungkin kan kalo hanya dikasih makan Cinta…
Gw Kurang setuju ama yang ini :
“Pendirian saya tetap sama, cinta dan uang tidak bisa disatukan. Cinta adalah cinta titik.”
Kalo dari pendapat gw sendiri, dari suatu cinta, lahirlah suatu ‘kekayaan’.
Kaya disini bisa jadi harta ataupun kekayaan yang gak bisa disebutkan. Sehat jg bisa berarti kekayaan yang tak ternilai.
Sehat Juga gak perlu uang utk berobat ke rumah sakit, jadi hasilnya bisa di tabung.
Dari Pengalaman Gw sendiri, Gw dah ada pasangan yang tetep yach, alias dah punya pendamping hidup.
). tapi semua itu berubah ketika satu sama lain bisa mencintai,
Gw perna hidup dalam keterpurukan, dan juga tanpa cinta (kasian banget…
Saat Saling mencintai, Hidup bisa menjadi lebih lurus, dan sejalan, satu sama lain bisa mengetahui maksud dan tujuan masing2 dan kemudian menjadi satu kesatuan yang kuat.
Dari situ gw sadar, kenapa gw dulu susah? kenapa gw dulu sial amat? kenapa ‘dia’ gak bisa mencintai gw?
Karena semua itu berawal dari diri kita sendiri yang ngga mau mengerti keadaan.
Mencoba tuk mengerti pasangan, menumbuhkan rasa cinta, seperti apapun cinta kita dulu, semua akan berubah.
Dari Tumbuhnya rasa CINTA, semua akan berubah menjadi sebuah keberuntungan, membuang semua kesialan, kesialan jg berawal dari rasa tidak mensyukuri dan tidak bisa menerima keadaan saat ini.
So Try To Love Your Life First, Then Love Each Other.
Don’t Love Money, it will make Love For Money.
Tapi, tiap orang tua memiliki pandangan berbeda, kalo bisa si sejak dalam kandungan dah punya mercedez yang terbaru, dah punya ‘emas batangan’, dan perusahaan yang ngga bakal bangkrut.
But It is Realistic???
cinta dan uang saya rasa bisa disatukan mas… alasannya? Ya bisa saja, pokoknya bisa lah…
@Mizwar: betul, tapi awal dari kebahagiaan adalah cinta
@Riendra: betul bro, kekayaan yang sejati timbul dari dalam hati, dari hidup yang bahagia.
Cerita ini mengingatkan saya saat nonton TV kalau gak salah aku nonton termehek-mehek he….. maklum aku nonton TV sama istri jadi aku ya ingikut ajah nonton
Tapi aku sangat tersentuh atau suka dengan kata-kata boss yang di akhir kata tersebut
sama boss, nurut saya cinta dan uang adalah 2 hal yang berbeda dan ga bisa dicampur-campur. walau diaduk aduk dikit boleh lah
Cinta dan Uang.. harus seimbang… Hanya wanita tolol yang mau ama cowok ga ada duit.. that’s reality.. hari gini cuma ngandelin cinta? Bullsh*t ..
Tapi bagi cowok jgn juga jadikan ga punya duit sbg alasan, tapi jadikan itu semangat buat cari duit. Pacaran memang kudu punya duit, kecuali kalo si cewek memang dah punya duit…
Pada realita, sebagian besar menempatkan duit nomor 1 baru deh mikirin cinta…..
@yudi: diaduk-aduk dikit ya
@Zalukhu: emang realitanya duit nomor 1 mas. Tapi banyak tuh kasus orang kaya tak bahagia. Menurut saya sih, wanita yang mau ama cowo ga ada duit (dan ga mau kerja) itu emang tolol, tapi kalo si cowo ga ada duit (tapi mau kerja) menurut saya itulah cinta. Bukan pertimbangan
Saya kalau jadi orang tua juga ga bakalan ingjinin anak cewek gw nikah ama cowo yang ga ada duit wkwkw.. tapi itulah orangtua.. selalu ingin anaknya ga menderita kelak. :p
cinta dan uang memang sangat berhubungan, banyak pasangan suami istri yang bercerai hanya gara2 masalah duit..
@Zalukhu: kata: “selalu ingin anaknya ga menderita kelak” –> memang benar mas, tapi bukan berarti uang menjamin hidup tanpa derita. Kalo saya jadi ortu, yang penting anak bahagia, dan pasangannya tidak malas bekerja.
@jimmy: iya betul mas. Ironis sih menurut saya.
Selamat ya mas. Alhamdulillah, saya juga mendapat hadiah flashdisk 2 GB. Salam kenal juga mas.
wah selamat ya. jadi salah satu pemenang kontes review alnect computer. meskipun belum mendapatkan hadiah sesuai harapan setidaknya dari kemenangan ini bisa menjadi penyemangat, menjadi pembakar, menjadi cambuk untuk meningkatkan kreatifitas dan kualitas tulisan/review. untuk menghadapi kontes alnect ke2 atau kontes review lainnya. tetap semangat ya.. jangan pernah putus asa..
ditunggu komentar berkualitasnya dalam tulisan ‘Rumah Impian…’.cheers..
Kebetulan saya tinggal di lingkungan plural, dimana ada yang kaya dan ada yang miskin, bahkan gap nya begitu jauh, Betul mas, ketiadaan uang belum tentu derita itu datang. Saya punya tetangga yang bisa disebut kekurangan uang, sehari makan, sehari nggak. Tapi mereka tetep bahagia tuh. Selalu senyum sama semua orang, ga gampang tersinggungan, dan sebagainya. Justru malah tetangga saya yang kaya raya, punya tiga mobil, isinya berantem mulu, gampang marah, ga peduli lingkungan. Anaknya kena narkoba dan dipenjara. Istrinya selingkuh.
Ah, sudahlah…*istigfar membicarakan aib*