Sibuknya berbagai instansi pemerintahan semenjak dalam mempersiapkan pemilihan presiden hingga saat ini merupakan virus tersendiri menurut saya. Bahkan mungkin lebih heboh daripada virus flu babi yang saat ini sedang menjadi momok menakutkan, khususnya bagi yang tinggal di Denpasar seperti saya.
Bayangkan saja virus yang ribuan kilometer jauhnya kini berada tidak sampai sepuluh kilometer dari tempat dimana saya tinggal. Pasien yang suspect maupun yang sudah positif terinfeksi virus H1N1 ini sedang dirawat di RS Sanglah Denpasar, sangat dekat dengan tempat saya tinggal.
Namun meski begitu, headline yang sering saya lihat di koran sampai hari ini, bukannya penanganan virus flu babi, namun lebih kepada masalah-masalah pemerintahan menyangkut pilpres. Saya sendiri sampai bosan membacanya, apa pemerintahan sedemikian parahnya terkena virus pilpres dibanding menangani virus flu babi yang jauh lebih emergensi?

Bagi saya sih percuma saja mikirin begituan saat virus mematikan di depan mata, lha wong virus ini masih belum ada obatnya. Saya searching di Google dengan kata kunci: penanganan flu babi yang ada hanyalah berita-berita yang menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap virus baru ini.
Seharusnya, kasus mendesak seperti ini didahulukan. Ga usah pake penetapan status darurat satu darurat dua dsb lah. Namanya virus ganas ya tetap ganas, WHO aja bilang virus ini berbahaya. Bayangkan saja kalau anggota pemerintahan ada yang terkena virus mematikan ini, saya rasa virus pilpres bakalan hilang seketika.


H1N1 1BU BUD1
tambah aneh aneh aja yah mas :)
@harianku: iya tuh