( March 9th, 2010 )

Kali ini saya akan membahas mengenai bahaya daripada Facebook. Seperti layaknya pisau, yang bisa berguna bahkan bisa digunakan untuk membunuh. Pada dasarnya, semua baik, asalkan digunakan sebagaimana mestinya. Dan, bahaya yang saya paparkan, bukanlah bahaya seperti yang sudah pernah ada di televisi.

Pada awal sejarah Facebook, maksud daripada situs jejaring sosial ini sangatlah mulia. Yakni mempertemukan sanak saudara, kerabat ataupun kekasih yang jauh di negeri paman samsul.

Berawal dari pengalaman pribadi saya, yang selalu mengupdate status disaat sedang kesepian, butuh perhatian dari seseorang. Saat ada yang memberi semangat, saya senang. Apalagi saat ada yang care, serasa Facebook adalah jawaban. Masalahnya, pertanyaannya apa kok sampe bilang Facebook adalah jawaban?

Satu lagi, saya pernah juga memasang status saat lagi banyak job web design. Sebenarnya saya memasang hanya agar diketahui banyak orang bahwa saya sibuk, inilah saya, saya lagi banyak rejeki dsb. Yang satu ini udah jelas, sombong alias pamer yang dalam semua agama termasuk dosa.

Disaat Anda mulai merasa nyaman dengan Facebook, itulah bahaya yang sebenarnya.

Sebenarnya adalagi contoh kasus istri daripada teman saya, yang rumah tangganya berantakan, hanya gara-gara salah menggunakan Facebook. Tapi, karena ini masalah pribadi, saya rasa tidak etis membicarakannya.

Jika Anda pernah menjadi “nyaman” dengan Facebook, sama seperti yang pernah saya alami, saya katakan: HATI-HATI. Bukan tidak mungkin kita menjadi asyik dengan dunia kita sendiri. Saat kita harusnya datang pada Tuhan, eh kita malah datangnya ama Facebook. Curhat via “status” yang sebenarnya bisa saja dibaca oleh orang2 yang ingin memanfaatkan kita.

Bayangkan sendiri pengembangan dari betapa berbahayanya memasang status yang asal tanpa disaring terlebih dahulu. Saya rasa, status seperti: “Bersyukurlah akan hari ini, dan nantikan hari esok” –> status seperti ini jauh lebih “membangun” daripada status: “Lagi bete nih…”

NB: Kalau bahaya yang saya paparkan di atas ternyata udah pernah muncul di tivi, mohon maklum yah, jarang liat tivi soalnya :)

baca juga..

2 Responses to “Bahaya Facebook Seperti Pedang Bermata Dua”

  1. :13: ntu mah tergantung penggunanya mas,,
    kita lah yang merusak diri kita, tapi disisi kemanusiawian memang seperti itulah adanya, manusia harus bisa meninggalkan tempat/alat yang bisa jadi lupa diri, atau merusak diri sendiri.
    tanks atas infonya.
    ditunggu kunjungan baliknya ia..

  2. :13: ntu mah tergantung penggunanya mas,,
    kita lah yang merusak diri kita, tapi disisi kemanusiawian memang seperti itulah adanya, manusia harus bisa meninggalkan tempat/alat yang bisa jadi lupa diri, atau merusak diri sendiri.
    tanks atas infonya.
    ditunggu kunjungan baliknya ia..
    jika berkenan follow ia

Leave a Reply

:3: :4: :5: :6: :7: :8: :9: :10: :11: :12: :13: :14: :15: :16: :17: :19: :20: :22: :23:

Security Code:

  • Site Info

  • Free PageRank Checker