
Saat menulis artikel ini mata saya sudah mengantuk dan pikiran sudah setengah-setengah. Setengah ingin menulis, setengah ingin tidur. Maklum seharian ini saya kerja lumayan keras dan kemarin kerja sangat keras hehe… Meski setengah sadar dan mengantuk, saya sadar betul dengan apa yang saya tulis.
Dibandingkan dengan polisi yang selalu tidak sadar dengan perkataannya (loh kok ngelantur ke polisi?). Tenang, saya memang sedang membicarakan polisi di negara Indonesia kita yang tercinta ini. Di kota Bali dimana saya bekerja sekarang, saya seringkali pergi ke Gianyar (tempatnya pasar Sukawati) untuk mengurusi pekerjaan bos saya. Adapun dalam perjalanan di ByPass, saya kerap kali menemui polisi yang sedang naik mobil dan menyalip kendaraan di saat garis marka jalan nyambung.
Artinya, saat garis marka jalan putus-putus kita boleh menyalip kendaraan yang ada di depan kita. Sebaliknya kita tidak boleh menyalip saat garis marka jalan nyambung tanpa putus-putus. Ini adalah aturan lalu lintas yang dasar dan saya rasa semua orang sudah tahu termasuk polisi. Tujuan aturan ini adalah baik, supaya pada saat jalan berbelok, naik dan turun yang biasanya memang garis markanya nyambung, kecelakaan akibat menyalip bisa dihindari.
Namun herannya yang saya lihat adalah polisi yang melanggar aturan. Padahal seharusnya Polisi adalah penegak hukum dan teladan dalam bermasyarakat dan bernegara. Yang jadi pertanyaan abadi adalah: “Jika warga seperti saya melihat aparat bertindak demikian, berapa persen saya akan menirunya? Dan berapa persen saya tidak akan menirunya? Dan pertanyaan yang tidak kalah pentingnya: Jika aparat bertindak melanggar hukum, mau jadi apa negara ini?”
Sebenarnya masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh aparat terhadap hukum di negara ini. Surat tilang yang kerap kali keluar tanpa sebab. Setiap kali bertanya: “Apa salah saya” Polisi dengan sombongnya menjawab: “Kamu berani membantah Polisi?”. Dan saat kita diam dan menurut, Pak Polisi itu malah bertanya: “Gimana dik, apa mau damai?” Glodak!!!!!


hajar aja gan :D
wagh…satu lagi bloger from kaskuser bali
wahh.. biasa itu mas.. dah rahasia umum.. biasanya ada aturan tambahan tuh pasal 1. polisi selalu benar
Polisinya keburu mau pulang tu Bos, istrinya melahirkan :) salam kenal LukmanHermawan!
@zulkarnain
hehe
@ajitae

@Sarimin
salam kenal juga bro
wwkwkwkwk ada ada aja
Hehe, larinya jadi ke polisi … memang sudah jadi rahasia umum itu ….
tukeran link boleh?
damai wakakak
memang selalu bisa diselesaikan dengan damai
atau uang maksudnya
byme
@Permana Jayanta
@byme
yap
@pras
boleh kok bro
Itulah Indonesia Raya kawan…
piss….
@Brandal Surga

udah lumrah, emang gitu. Mentang2 bawa pistol :p: tapi tak semua berlaku seperti itu, mungkin oknum aza
@ponseli
hehe
salam kenal,,
kabur ah… 
dinegara kita mah, gak heran banyak yg kek gituan…
@edward

Sebel juga liat tingkah polisi yg kayak gitu. Mentang-mentang pake seragam dan merasa punya wewenang
@iskandaria
hehe semoga generasi berikutnya lebih baik
Kalau dah capek istirahat aja..
Tapi yang baik juga banyak kok mas, coba bayangin pas jam pulang kerja (Saya di Jakarta) mereka capek-capek mengatur lalu lintas yang macet banget. Mereka rela kepanasan bahkan kena debu dan asap sudah biasa bagi mereka. Trim’s pak polisi!
@maela: itu mah resiko pekerjaan
Saya setiap pagi olahraga di lap merdeka medan, setiap pagi selalu mendengar apel pagi pak polisi dengan pengarahan dari atasannya. Yang disampaikan atasan sama seperti harapan masyarakat, tapi kenyataan di lapangan selalu beda. Dalam apel selalu dibahas tindakan salah yang dilakukan oknum polisi di lapangan. Lalu ucapan siaaaaaaaaaaaaaaap…..akan berbuat lebih baik.
Tapi masih ada saja oknum yang ‘tuli’ mata hatinya, sebaiknya orang seperti itu ditarok di kantor saja, hanya akan membuat citra buruk kalau berada di lapangan.
bravo buat polisi yang baik…..!!
Saya membaca postingan ini dengan sadar, dan saya menikmatinya…