<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LukmanHermawan.com &#187; kisah cinta</title>
	<atom:link href="http://lukmanhermawan.com/tag/kisah-cinta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lukmanhermawan.com</link>
	<description>Berbagi apa yang saya dapatkan dalam hidup ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Jun 2010 16:54:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Antara Cinta dan Uang</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/antara-cinta-dan-uang.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/antara-cinta-dan-uang.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 06:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perlu Kamu Baca!]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cinta]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di dunia ini, pasti butuh yang namanya uang. Dari jaman flinstone hingga jaman bill clinton sekarang juga masih butuh yang namanya duit. Tak heran bila cinta sejati sudah mulai pudar, seiring makin bertambahnya kebutuhan hidup. Padahal saya bisa hidup sekarang adalah karna cinta kasih yang sejati.
Saya sendiri pernah mengalami yang namanya kisah tragis antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Hidup di dunia ini, pasti butuh yang namanya uang. Dari jaman flinstone hingga jaman bill clinton sekarang juga masih butuh yang namanya duit. Tak heran bila cinta sejati sudah mulai pudar, seiring makin bertambahnya kebutuhan hidup. Padahal saya bisa hidup sekarang adalah karna cinta kasih yang sejati.</p>
<p align="justify">Saya sendiri pernah mengalami yang namanya kisah tragis antara cinta dan uang. Ceritanya dulu sewaktu masih kelas 3 SMA saya pernah menaksir temen gereja yang kemudian saya kejar mati-matian. Setelah berjuang, akhirnya saya pun berhasil mendapatkan hatinya. Perjuangan saya yang diawali dengan persaingan antara setir bundar dan setir lurus, menuai hasil yang memuaskan saya.</p>
<p><span id="more-258"></span></p>
<p align="justify">Setelah persaingan cinta itu dimenangkan saya, timbul masalah baru. Si ortu daripada cewe saya itu ingin memutuskan hubungan kami, dengan alasan duit. Apa salahku? Apa salah ibuku? Itu kata yang timbul dalam benakku. Apa mereka (orang kaya) itu lahir langsung membawa emas, kalung berlian dan mobil mercy dalam kandungan? konyol memang, tapi itulah dilema cinta jaman sekarang.</p>
<p align="justify">Keputusan si ortu daripada cewe tersebut memang tidak berterus terang mengenai uang, tapi lebih kepada sindiran. Ia mengijinkan anaknya untuk berpacaran dengan si setir bundar daripada saya dengan alasan si setir bundar sudah bekerja. Ya iyalah, wong umurnya uda waktunya kerja, sedangkan saya lulus SMA aja belum, kalo uda kerja ya ga normal kan?</p>
<p align="justify">Akhirnya saya memaklumi keputusan itu dengan rasa sadar akan cinta yang sudah mulai bisa dibeli dengan uang. Mulai kubayangkan betapa banyak ortu yang &#8220;menjual&#8221; anaknya kepada ketakutan akan masa depan mereka. Ketakutan yang mereka buat sendiri.</p>
<p align="justify">Untungnya, si cewe ini tetap teguh memilih saya. Saat itulah saya benar-benar jatuh cinta kepadanya. Walau pada akhirnya kami merasa tidak cocok satu sama lain, saya salut akan cinta nya.</p>
<blockquote><p align="justify">Menurut pandangan orang kebanyakan, melihat uang dibalik cinta itu sudah merupakan kenyataan. Hidup bermodalkan cinta hanya akan menuai kemisikinan, masa depan yang suram dan lain sebagainya. Berbeda dengan pandangan saya, hidup diawali dengan rasa cinta akan membuat masa depan yang suram menjadi indah, makan nasi+sambel lebih enak ketimbang makan pizza.</p>
</blockquote>
<p align="justify">Meski saya belum pernah merasakan makan nasi+sambel, tapi saya pernah merasakan hidup serba susah. Tapi hidup yang saya jalani begitu indah, karna cinta kasih daripada orangtua saya, walau mereka bukan orang kaya. Mungkin ini cinta yang dimaksud cinta sejati?</p>
<p align="justify">Pendirian saya tetap sama, cinta dan uang tidak bisa disatukan. Cinta adalah cinta titik. Bila ada yang melihat cinta dengan uang, maka itu bukanlah cinta, melainkan pertimbangan akan ketakutan masa depan mereka yang menurut saya ironis sekali. </p>
<p align="justify">Sejak lahir manusia sudah ditakdirkan untuk bekerja, menghidupi diri mereka dan keluarga, jika orang mau menjalani akhir hidupnya dengan orang yang bisa membuat mereka berkecukupan, bagi saya orang itu adalah orang yang takut menjalani hidupnya dan hidupnya sudah dijual hanya demi mendapatkan uang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/antara-cinta-dan-uang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
