<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LukmanHermawan.com &#187; uang</title>
	<atom:link href="http://lukmanhermawan.com/tag/uang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lukmanhermawan.com</link>
	<description>Berbagi apa yang saya dapatkan dalam hidup ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Jun 2010 16:54:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sedikit Iklan, Makin Banyak Penghasilan?</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/sedikit-iklan-makin-banyak-penghasilan.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/sedikit-iklan-makin-banyak-penghasilan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 20:06:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat-coretku]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[isi]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>
		<category><![CDATA[skycpm]]></category>
		<category><![CDATA[thread]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Mencoba bermain di skycpm ternyata masih belum membuat saya cukup puas. Meski baru mencoba 2 hari, saya putuskan untuk berhenti.
Alasannya sederhana, terlalu kecil nilai nya jika dibandingkan dengan berat dan space iklan yang terpakai. Dan, lagi-lagi saya menerima email dari MaxBlogger Stories.
Email tersebut berjudul: &#8220;Bagaimana bisa menghasilkan lebih banyak uang dengan sedikit iklan&#8221;. Lazimnya, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justfiy;">Mencoba <a href="http://lukmanhermawan.com/nyoba-daftar-di-skycpm-biar-dapet-dollar.html" target="_blank">bermain di skycpm</a> ternyata masih belum membuat saya cukup puas. Meski baru mencoba 2 hari, saya putuskan untuk berhenti.</p>
<p>Alasannya sederhana, terlalu kecil nilai nya jika dibandingkan dengan berat dan space iklan yang terpakai. Dan, lagi-lagi saya menerima email dari MaxBlogger Stories.</p>
<p>Email tersebut berjudul: &#8220;Bagaimana bisa menghasilkan lebih banyak uang dengan sedikit iklan&#8221;. Lazimnya, saya berpikir bahwa semakin banyak iklan yang dipajang, akan semakin membuat kemungkinan klik semakin besar.</p>
<p>Sedangkan pembaca pada umumnya mengharapkan konten, bukan segerombolan iklan. Iklan yang sedikit akan memfokuskan pembaca pada isi (konten) blog. Dan, kemungkinan besar pembaca akan<span id="more-336"></span> nyaman dan kemudian menghabiskan lebih banyak waktu di blog tersebut.</p>
<p>Dengan asumsi, semakin lama menghabiskan waktu, kemungkinan klik juga bisa saja terjadi. Menurut saya, yang paling masuk akal adalah fokus kepada konten, bukan kepada iklan. Saya sendiri tidak suka membaca situs yang terlalu banyak iklannya. </p>
<p>Saya juga teringat saat ada artikel mengenai <a href="http://kaskus.us" target="_blank">Kaskus</a> di koran JawaPos. Isinya, pihak Kaskus sengaja memasang hanya 1 iklan per thread. Supaya para pembaca tidak terganggu, dan pembaca juga hanya terfokus pada satu iklan. CMIIW <img src='http://lukmanhermawan.com/wp-content/plugins/Smiley1/11.gif' alt='&#58;&#49;&#49;&#58;' class='wp-smiley' width='20' height='20' title='&#58;&#49;&#49;&#58;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/sedikit-iklan-makin-banyak-penghasilan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Cinta dan Uang</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/antara-cinta-dan-uang.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/antara-cinta-dan-uang.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 06:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perlu Kamu Baca!]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cinta]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di dunia ini, pasti butuh yang namanya uang. Dari jaman flinstone hingga jaman bill clinton sekarang juga masih butuh yang namanya duit. Tak heran bila cinta sejati sudah mulai pudar, seiring makin bertambahnya kebutuhan hidup. Padahal saya bisa hidup sekarang adalah karna cinta kasih yang sejati.
Saya sendiri pernah mengalami yang namanya kisah tragis antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Hidup di dunia ini, pasti butuh yang namanya uang. Dari jaman flinstone hingga jaman bill clinton sekarang juga masih butuh yang namanya duit. Tak heran bila cinta sejati sudah mulai pudar, seiring makin bertambahnya kebutuhan hidup. Padahal saya bisa hidup sekarang adalah karna cinta kasih yang sejati.</p>
<p align="justify">Saya sendiri pernah mengalami yang namanya kisah tragis antara cinta dan uang. Ceritanya dulu sewaktu masih kelas 3 SMA saya pernah menaksir temen gereja yang kemudian saya kejar mati-matian. Setelah berjuang, akhirnya saya pun berhasil mendapatkan hatinya. Perjuangan saya yang diawali dengan persaingan antara setir bundar dan setir lurus, menuai hasil yang memuaskan saya.</p>
<p><span id="more-258"></span></p>
<p align="justify">Setelah persaingan cinta itu dimenangkan saya, timbul masalah baru. Si ortu daripada cewe saya itu ingin memutuskan hubungan kami, dengan alasan duit. Apa salahku? Apa salah ibuku? Itu kata yang timbul dalam benakku. Apa mereka (orang kaya) itu lahir langsung membawa emas, kalung berlian dan mobil mercy dalam kandungan? konyol memang, tapi itulah dilema cinta jaman sekarang.</p>
<p align="justify">Keputusan si ortu daripada cewe tersebut memang tidak berterus terang mengenai uang, tapi lebih kepada sindiran. Ia mengijinkan anaknya untuk berpacaran dengan si setir bundar daripada saya dengan alasan si setir bundar sudah bekerja. Ya iyalah, wong umurnya uda waktunya kerja, sedangkan saya lulus SMA aja belum, kalo uda kerja ya ga normal kan?</p>
<p align="justify">Akhirnya saya memaklumi keputusan itu dengan rasa sadar akan cinta yang sudah mulai bisa dibeli dengan uang. Mulai kubayangkan betapa banyak ortu yang &#8220;menjual&#8221; anaknya kepada ketakutan akan masa depan mereka. Ketakutan yang mereka buat sendiri.</p>
<p align="justify">Untungnya, si cewe ini tetap teguh memilih saya. Saat itulah saya benar-benar jatuh cinta kepadanya. Walau pada akhirnya kami merasa tidak cocok satu sama lain, saya salut akan cinta nya.</p>
<blockquote><p align="justify">Menurut pandangan orang kebanyakan, melihat uang dibalik cinta itu sudah merupakan kenyataan. Hidup bermodalkan cinta hanya akan menuai kemisikinan, masa depan yang suram dan lain sebagainya. Berbeda dengan pandangan saya, hidup diawali dengan rasa cinta akan membuat masa depan yang suram menjadi indah, makan nasi+sambel lebih enak ketimbang makan pizza.</p>
</blockquote>
<p align="justify">Meski saya belum pernah merasakan makan nasi+sambel, tapi saya pernah merasakan hidup serba susah. Tapi hidup yang saya jalani begitu indah, karna cinta kasih daripada orangtua saya, walau mereka bukan orang kaya. Mungkin ini cinta yang dimaksud cinta sejati?</p>
<p align="justify">Pendirian saya tetap sama, cinta dan uang tidak bisa disatukan. Cinta adalah cinta titik. Bila ada yang melihat cinta dengan uang, maka itu bukanlah cinta, melainkan pertimbangan akan ketakutan masa depan mereka yang menurut saya ironis sekali. </p>
<p align="justify">Sejak lahir manusia sudah ditakdirkan untuk bekerja, menghidupi diri mereka dan keluarga, jika orang mau menjalani akhir hidupnya dengan orang yang bisa membuat mereka berkecukupan, bagi saya orang itu adalah orang yang takut menjalani hidupnya dan hidupnya sudah dijual hanya demi mendapatkan uang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/antara-cinta-dan-uang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Online Yes, Bisnis Offline Yes!</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/bisnis-online-yes-bisnis-offline-yes.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/bisnis-online-yes-bisnis-offline-yes.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 10:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[duit]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[money]]></category>
		<category><![CDATA[offline]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hidup di dunia ini (kecuali hidup di dunia lain) kita pasti butuh yang namanya uang. Duit bahasa kerennya sudah dicari orang dari jaman baheula hingga kini. Alasannya sederhana, tanpa duit kita ga bisa beli makan, ga bisa nraktir pacar, ga bisa beli mobil, rumah dsb.
Yang jadi persoalan, seringkali saya bingung mendahulukan bisnis mana antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam hidup di dunia ini (kecuali hidup di dunia lain) kita pasti butuh yang namanya uang. Duit bahasa kerennya sudah dicari orang dari jaman baheula hingga kini. Alasannya sederhana, tanpa duit kita ga bisa beli makan, ga bisa nraktir pacar, ga bisa beli mobil, rumah dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang jadi persoalan, seringkali saya bingung mendahulukan bisnis mana antara dua bisnis yang saya jalankan. Bisnis online mempunyai keunggulan tersendiri yang membuat saya sangat tertarik. Tanpa ruang kantor, bermodalkan laptop dan koneksi internet (serta otak tentunya), bisa bekerja dimanapun asal ada internet, income yang tidak kalah dengan bisnis offline.. hm.. memang menggiurkan.<span id="more-257"></span></p>
<p><img src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:T93BEafuEk06bM:http://img112.imageshack.us/img112/5512/dollarsignwithshadowtp2.gif" alt="bisnis online bisnis offline" hspace="4" align="right" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kebetulan saya mempunyai bisnis online yang lebih cocok dikatakan mengais recehan di internet. Bisnis offline sebagai web development juga baru saja saya jalani. Dimana dua bisnis ini sangat membantu saya, disamping pekerjaan harian saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah daripada bingung-bingung, saya menerapkan prinsip menjalani semua bisnis yang ada. Tidak peduli seberapa besar pemasukan yang didapat. Karna saya percaya aset sekecil apapun itu tetap aset. Sering juga saat saya menerapkan prinsip tersebut, ada kala dimana salah satu bisnis saya itu melonjak.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak menyia-nyiakan kesempatan, saya langsung mengatur pemasaran, mengiklankan di koran, blog, facebook dan sebagainya. Memang benar apa kata orang, uang sebenarnya melayang dimana saja, tergantung bagaimana cara kita mengambilnya. Saran saya: lakukan apapun yang menghasilkan, tahan pengeluaran, lakukan pengiklanan sebanyak-banyaknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/bisnis-online-yes-bisnis-offline-yes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilema Seribu Perak di Dunia Bisnis yang Kejam</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/dilema-seribu-perak-di-dunia-bisnis-yang-kejam.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/dilema-seribu-perak-di-dunia-bisnis-yang-kejam.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 12:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat-coretku]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[nyata]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda merasakan keuntungan dari sebuah bisnis? Namun tidak lama kemudian, Anda merasakan pahitnya bisnis yang diawali dengan persaingan yang kejam? Hal itu tidak ubahnya seperti yang saya alami, di dunia yang kejam ini.
Seperti yang saya alami beberapa bulan ini, disaat bisnis membuat website, berjualan latpop dan koneksi internet dirasa menjanjikan, muncullah berbagai saingan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda merasakan keuntungan dari sebuah bisnis? Namun tidak lama kemudian, Anda merasakan pahitnya bisnis yang diawali dengan persaingan yang kejam? Hal itu tidak ubahnya seperti yang saya alami, di dunia yang kejam ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang saya alami beberapa bulan ini, disaat bisnis membuat website, berjualan latpop dan koneksi internet dirasa menjanjikan, muncullah berbagai saingan yang saya sebut merusak harga. Dimana seharusnya konsumen membeli barang dikarenakan rasa percaya atau bahkan solidaritas, kini berubah hanya karena harga lebih murah seribu perak.<span id="more-224"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seribu perak saja sudah membuat pusing? Menurut saya ini ironis dalam dunia bisnis. Dimana kepercayaan dalam berbisnis jadi hancur hanya karena selisih harga seribu perak. Namun inilah kenyataannya. Saya tidak mengalami yang namanya dilema seribu perak, namun saya merasakan pasti adanya cara merebut hati konsumen dengan cara yang kurang tepat. Yakni dengan merusak harga.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal, selama harga yang dijual masih terjangkau, sesuai dengan kualitas dan fungsi, mengapa harus dibanting harga? Satu-satunya alasan yang patut dipersalahkan hanyalah karena ingin memperoleh konsumen. Jika boleh memilih, saya akan memilih menjual suatu barang dengan harga yang lebih mahal dibandingkan pesaing, namun dengan kualitas pelayanan yang jauh diatas mereka, sesuailah dengan harganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika berbisnis sudah terdapat pengerusakan yang memang sudah menjadi resiko dunia bisnis, maka tidak heran pembajakan alias barang berkualias KW 2 akan menjadi laris manis. Betul atau betul?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/dilema-seribu-perak-di-dunia-bisnis-yang-kejam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Lebih Besar</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/yang-lebih-besar.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/yang-lebih-besar.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 13:14:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perlu Kamu Baca!]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[lebih]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Setelah pulkam sabtu kemaren ke Banyuwangi, saya mendapatkan pencerahan mengenai bisnis internet dan uang. Meski ngeblog tidak harus identik dengan mencari uang, namun saya termasuk golongan yang boleh dikatakan &#8220;sambil menyelam minum susu&#8221; wkwkwk&#8230;
Ceritanya berawal dari pertemuan antara saya dengan saudara sepupu yang sudah lama tidak pernah bertemu. Diawali dengan obrolan ringan seputar pekerjaan masing-masing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah pulkam sabtu kemaren ke Banyuwangi, saya mendapatkan pencerahan mengenai bisnis internet dan uang. Meski ngeblog tidak harus identik dengan mencari uang, namun saya termasuk golongan yang boleh dikatakan &#8220;sambil menyelam minum susu&#8221; wkwkwk&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ceritanya berawal dari pertemuan antara saya dengan saudara sepupu yang sudah lama tidak pernah bertemu. Diawali dengan obrolan ringan seputar pekerjaan masing-masing sampai menjurus ke masalah dewasa. Masalah dewasa yang saya maksud ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan plus plus, melainkan percakapan bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kami sedang asyik bercerita mengenai pekerjaan masing-masing, saya pun bercerita mengenai bisnis internet yang sedang saya tanam. Saudara saya bertanya apakah sudah ada hasilnya dari ngeblog cari duit. Saya bilang ada meski masih recehan. Lalu dia berkata: &#8220;Bukan seberapa besar hasil yang kita dapatkan, tetapi seberapa besar pertumbuhan (growth) bisnis kita&#8221;. Saya teringat akan pengajaran dari sesepuh Robert T.Kiyosaki yang kalau tidak salah mengatakan hal yang serupa.<span id="more-175"></span></p>
<p style="text-align: justify;">(Serius mode:on) Seringkali saya menilai seberapa banyak hasil yang saya dapatkan dalam berbisnis online. Namun penilaian tersebut bukan ukuran kesuksesan. Yang seharusnya saya pikirkan adalah pertumbuhan dan perkembangan bisnis yang masih balita tersebut apakah sudah menunjukkan pertumbuhan yang positif.</p>
<p>Ibaratnya ada dua orang, sebut saja si A dengan modal 100juta dan si B dengan Modal 10juta. Dalam selang 3 bulan ke depan, si A mampu meraih keuntungan 10juta sehingga total asetnya sebesar 110juta. Si B hanya mampu meraih keuntungan 3juta sehingga totalnya 13juta.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Logikanya begini:<br />
Si A meraih keuntungan 10%  (yaitu 10juta) dari modal awalnya yang sebesar 100juta.<br />
Si B meraih keuntungan 30% (yaitu 3juta) dari modal awalnya yang sebesar 10juta.<br />
Jadi, mana yang lebih besar? laba <span style="text-decoration: underline;">10juta dari 100juta</span> ataukah <span style="text-decoration: underline;">3juta dari 10juta</span>?</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Seketika saya langsung sadar bahwa growth <strong>lebih penting</strong> daripada besarnya keuntungan yang didapat. Dengan berfokuskan akan growth, maka sebenarnya saya mempunyai otak yang lebih genius agar lebih menghasilkan uang. Setujukah saudara dengan pendapat saya ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/yang-lebih-besar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paid Review Sepi, Eh Kliksaya Rame</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/paid-review-sepi-eh-kliksaya-rame.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/paid-review-sepi-eh-kliksaya-rame.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 15:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat-coretku]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[dollar]]></category>
		<category><![CDATA[klik]]></category>
		<category><![CDATA[paid]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan ini saya terimbas PR blog saya yang dipukul rata ama om Google. Jika sebelumnya mampu mengumpulkan $ 3 digit, bulan ini dan bulan kemarin cuma 2 digit hiks&#8230; Tapi yang menggembirakan sih ranking alexa blog saya pada naik semua :)
Kliksaya yang saya ikuti juga bertambah mantap dari hari ke hari. Jika sebelumnya cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan ini saya terimbas PR blog saya yang dipukul rata ama om Google. Jika sebelumnya mampu mengumpulkan $ 3 digit, bulan ini dan bulan kemarin cuma 2 digit hiks&#8230; Tapi yang menggembirakan sih ranking alexa blog saya pada naik semua :)</p>
<p>Kliksaya yang saya ikuti juga bertambah mantap dari hari ke hari. Jika sebelumnya cuma di bawah 1000 perak, bulan ini per hari bisa di atas 4000 perak. Lumayan lah buat nebus biaya koneksi. Maklum pengunjung blog saya baru seribuan, belum sampe ratusanribu hehe..</p>
<p>Bisnis Paid Review emang enak, tapi kalo keenakan malah bahaya. Di lain sisi bisnis seperti kliksaya, kumpulblogger dan sebagainya merupakan alternatif yang baik dimana content blog tetap murni. Sebenernya sih pengen bermain di bisnis pasang iklan kliksaya /kumpulblogger aja. Tapi berhubung visitor masih dikit jadi ya sementara disambi paid review.<span id="more-165"></span></p>
<p>Maklum, pengen beli netbook dari hasil bisnis internet. Niatnya sih ingin mengembangkan sayap ke bidang ini. Hitung-hitung sebagai memperingati hari jadi setahun menjadi blogger yang jatuh 3 bulan lagi :) Doain kebeli ya netbooknya :)</p>
<p>Buat yang hampir bosen ngeblog belum ada hasil, Jangan menyerah!! saya juga mulai bosen sih, bukan bosen ngeblog, tapi bosen ga dapet job dari paid review. Saat bosen, saya selalu berpikir bahwa ketekunan akan sesuatu hal, pasti akan membuahkan buah yang manis, termasuk ngeblog. Kalo saya sih pengen beli netbook dalam 3 bulan ini, kalo kamu pengen beli apa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/paid-review-sepi-eh-kliksaya-rame.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi, Fokus Itu Penting!!!</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/sekali-lagi-fokus-itu-penting.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/sekali-lagi-fokus-itu-penting.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 03:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[gugling]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[money]]></category>
		<category><![CDATA[paypal]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak 3 bulan lalu, saya disibukkan oleh berbagai macam pikiran yang menyebabkan saya jadi tidak fokus dan susah tidur. Yang dimaksud fokus disini adalah fokus pada pekerjaan, fokus pada ngeblog dan fokus pada hobi. Saya beranggapan fokus itu susah, sangat susah!!
Berawal dari pencairan dollar dari Paypal ke rekening BCA saya senilai $148. Sejak rupiah tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak 3 bulan lalu, saya disibukkan oleh berbagai macam pikiran yang menyebabkan saya jadi tidak fokus dan <a href="http://lukmanhermawan.com/susah-tidur-gara-gara-blogging/">susah tidur</a>. Yang dimaksud fokus disini adalah fokus pada pekerjaan, fokus pada ngeblog dan fokus pada hobi. Saya beranggapan fokus itu susah, sangat susah!!</p>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari <a title="Pencairan Dana Di Paypal" href="http://lukmanhermawan.com/pencairan-dana-di-paypal/">pencairan dollar dari Paypal</a> ke rekening BCA saya senilai $148. Sejak rupiah tersebut masuk ke rekening saya, saya langsung berpikir: &#8220;banyak blog = lebih banyak lagi uang&#8221;. Pemikiran saya ini sebenarnya tidak berlebihan, karena $148 yang saya kumpulkan selama sebulan di <a title="SponsoredReviews" href="http://www.sponsoredreviews.com/?aid=28190">SponsoredReviews</a> dan <a title="Blogsvertise" href="http://www.blogsvertise.com/?rid=b16767">Blogsvertise</a> hanya mengandalkan satu blog saja. Kebetulan saat itu saya boleh dibilang fokus pada blog itu saja, karena cuma punya satu pada saat itu. Alhasil job senilai minimal $6 dan $10 setiap hari saya dapatkan (lha blog saya itu ber PR 3).</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu, <a title="The Writing Legend" href="http://www.gugling.com" target="_blank">blog saya yang ber PR 3</a> baru berumur 3 bulan, dan sudah &#8220;lumayan&#8221; menurut saya, walau duit yang dihasilkan masih recehan. Yang pasti sudah balik modal lah :)</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, pola pikir saya yang seperti Enstein ini: &#8220;banyak blog = more money&#8221; membuahkan hasil yaitu <span id="more-152"></span>perkembangbiakan domain dan hosting alias membuat blog-blog baru. Blog saya yang baru, memang saya buat lebih spesifik temanya. Gunanya beragam, ada yang buat Adsense, ada yang buat Paid Review juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, keputusan saya untuk &#8220;meninggalkan&#8221; beberapa blog yang saya anggap bisa ditunda ternyata tidak sia-sia. Tepatnya hari ini, blog <a title="The Writing Legend" href="http://www.gugling.com" target="_blank">gugling</a> saya mencapai 400 lebih dan 30 pengunjung online pada pukul 10.00 WIB. Biasanya, pengunjung hingga tengah malam cuma 300an. Padahal saya baru saja memutuskan untuk kembali fokus dan merawat <a title="The Writing Legend" href="http://www.gugling.com" target="_blank">blog saya ini</a> yang notabene pertama kali hosting sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk earningnya, nah ini yang paling hot kayaknya :) Masih receh sih, tapi lumayanlah hasil yang saya dapatkan dalam sehari, bisa saya dapatkan cuma dalam beberapa menit. Semoga visitornya makin banyak, bukan hanya hari ini saja <img src='http://lukmanhermawan.com/wp-content/plugins/Smiley1/13.gif' alt='&#58;&#49;&#51;&#58;' class='wp-smiley' width='20' height='20' title='&#58;&#49;&#51;&#58;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/sekali-lagi-fokus-itu-penting.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencairan Dana di Paypal</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/pencairan-dana-di-paypal.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/pencairan-dana-di-paypal.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 15:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Internet]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[duit]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kode]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[paypal]]></category>
		<category><![CDATA[pencairan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya tiba juga saatnya saya mencairkan dollar yang masih receh. $148 saya cairkan dengan kurs Paypal Rp 11.900. Yah hitung-hitung udah balik modal hosting dan domain :) Namun karena masih receh, harus lebih giat cari duit lewat ngeblog nih. Menyelam sambil minum susu nih ceritanya.
Namun pas waktu akan mencairkan, saya bingung tentang 7 digit kode [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya tiba juga saatnya saya mencairkan dollar yang masih receh. $148 saya cairkan dengan kurs Paypal Rp 11.900. Yah hitung-hitung udah balik modal hosting dan domain :) Namun karena masih receh, harus lebih giat <a title="cari duit lewat blog" href="http://gugling.com/?p=326" target="_blank">cari duit lewat ngeblog</a> nih. Menyelam sambil minum susu nih ceritanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun pas waktu akan mencairkan, saya bingung tentang 7 digit kode yang diminta. Nah setelah bertanya pada teman yang lebih expert, ternyata 3 digit pertama yang dimaksud adalah sandi kliring Bank di Indonesia. dan 4 digit berikutnya merupakan kode cabang Bank masing-masing. Sebenernya sih sayang juga nyairin hari ini, pengennya sih nunggu kurs dollar ampe Rp 20.000 tapi kok kayaknya mustahil ya. Maklum newbie nih baru pertama kali ngerasain <a title="dapet duit dari blog" href="http://gugling.com/?p=326" target="_blank">dapet duit dari ngeblog</a>.<span id="more-48"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang tinggal menunggu dana masuk di rekening aja, deg-degan rasanya. Dipikir-pikir yang namanya <a title="ngeblog memang asyik" href="http://lukmanhermawan.com/asiknya-nge-blog/" target="_self">ngeblog itu memang asyik</a> ya. Keuntungannya baru terasa setelah saya berjuang selama 6 bulan. Dan saya rasa ini baru permulaan, good start but it&#8217;s look like a little bit late (bhs inggrisnya kacau :P ). Hikmah yang saya dapatkan, tetep semangat ngeblog dan jangan jadikan uang sebagai motivasi utama. Kalau fokus ngeblog, uang pasti datang sendiri kok :)</p>
<p style="text-align: justify;">NB: yang pengen tau lebih jelas cara pencairan dana di paypal atau sandi kliring Bank-Bank di Indonesia bisa <a title="pencairan dana di paypal" href="http://gugling.com/pencairan-dana-paypal-di-bank-lokal/" target="_blank">lihat disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/pencairan-dana-di-paypal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asiknya Nge-Blog</title>
		<link>http://lukmanhermawan.com/asiknya-nge-blog.html</link>
		<comments>http://lukmanhermawan.com/asiknya-nge-blog.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 11:15:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corat-coretku]]></category>
		<category><![CDATA[asik]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lukmanhermawan.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang bilang nge-blog itu asik! Sementara 6 bulan yang lalu saya masih awam dengan istilah blog me-ngeblog. Bagaimana mau ngeblog, laptop aja jarang dibuka.. Namun setelah saya kimpoi dengan laptop, saya mulai mengerti kenapa Bang Rho*a Iram* mendua, ternyata ada yang lebih asik daripada utak-atik laptop!
Jam ngeblog saya terbilang cukup ganas, yaitu mulai dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Banyak yang bilang nge-blog itu asik! Sementara 6 bulan yang lalu saya masih awam dengan istilah blog me-ngeblog. Bagaimana mau ngeblog, laptop aja jarang dibuka.. Namun setelah saya kimpoi dengan laptop, saya mulai mengerti kenapa Bang Rho*a Iram* mendua, ternyata ada yang lebih asik daripada utak-atik laptop!</p></blockquote>
<p>Jam ngeblog saya terbilang cukup ganas, yaitu mulai dari pagi jam 8an sampe jam 12an malam. Laptop dengan <a href="http://lukmanhermawan.com/indosat-yang-tak-sebagus-iklan/" target="_self">internet</a> pasti standby terus 7 hari dalam seminggu. Meski begitu, laptop Axioo saya yang konon katanya jelek (karena buatan lokal) sudah mulai bisa menelorkan telor US <img src="http://i417.photobucket.com/albums/pp257/coolz_86/14.gif" alt="Asiknya Ngeblog" /></p>
<p>Meski baru 6 bulan berkutat di dunia yang ga jelas ini, saya bisa merasakan berbagai <span style="text-decoration: underline;">manfaat ngeblog</span>. misalnya saja:</p>
<ul>
<li>menambah teman dari berbagai kota &amp; daerah</li>
<li>menambah wawasan ilmu</li>
<li>mencurahkan isi hati dan pikiran dengan bebas</li>
<li>mendapatkan uang guna sesuap nasi <img src="http://i417.photobucket.com/albums/pp257/coolz_86/1.gif" alt="Asiknya Ngeblog" /></li>
</ul>
<p></br><br />
Namun <span style="text-decoration: underline;">kerugian ngeblog</span> juga sangat saya rasakan, sesuai dengan pepatah: &#8220;Makan disaat lapar itu baik asal tidak kekenyangan&#8221;. Yaitu:</p>
<ul>
<li>waktu untuk berlatih musik yang hilang &lt;&#8211; gue banget</li>
<li>waktu untuk menonton film kesukaan sirna</li>
<li>jarang kumpul ama temen</li>
<li>pegel di leher &lt;&#8211; karena kebanyakan mantengin laptop</li>
<li>batere laptop cepet drop</li>
</ul>
<p></br><br />
saya rasa untuk manfaat ngeblog semua pasti sudah merasakannya, sedangkan untuk kerugiannya mungkin hanya orang yang maniak ngeblog seperti saya saja yang merasakan <img src="http://i417.photobucket.com/albums/pp257/coolz_86/8.gif" alt="Asiknya Ngeblog" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lukmanhermawan.com/asiknya-nge-blog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
