( September 17th, 2009 )

Hari ini saya mendapatkan pelajaran baru yang berharga. Jika hari-hari kemarin saya diajarkan untuk selalu bersyukur atas berkat-berkatNya, kali ini berbicara tentang kesetiaan yang menurut saya sangat sulit.

Kesetiaan berkaitan erat dengan yang namanya waktu dan iman. Itu inti yang saya dapatkan setelah merenungkan kitab Ibrani 11:11 yang berbunyi: “Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.”

Yang saya dapatkan, dari ayat tersebut terpancar betapa besar iman yang timbul meski dalam waktu yang lama dengan berlatar belakangkan kepercayaan bahwa Allah itu setia, tidak akan berbohong.

Sekilas saya langsung teringat masa SMA saya di Surabaya, dimana pada suatu acara gereja yang bertemakan Paskah. Saat itu saya bersama teman satu tim membuat pernak-pernik bertemakan Paskah, sesuatu yang lain selain telur. Saat itu saya berharap dalam hati agar saya memenangkan acara itu. Bukan hadiahnya yang saya inginkan, melainkan rasa bangga yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya.

Saat penilaian, terdengar bahwa tim saya tidak menang. Entah mungkin telinga saya yang salah dengar atau gimana, akhirnya tim saya terpilih menjadi salah satu juara. Saat itu hati saya bergejolak dan merasa bahwa Allah mendengarkan permintaanku.

Saat membuka hadiah yang ternyata hanyalah berupa gantungan kunci, saya terkaget melihat gantungan yang dibagikan secara acak. Gantungan kunci yang saya terima, bertuliskan: “Allah itu setia”. Dan gantungan itu cuma satu-satunya di dalam kotak hadiah tersebut.

Kembali saya diingatkan bahwa Allah itu ada, dan Dia itu setia. Apapun yang terjadi, ingatlah bahwa Allah itu setia dan selalu berperkara dalam apapun masalahmu. Meski waktu menguji iman dan kesetiaan, tetaplah setia, karena Allah kita adalah Allah yang setia.

Tulisan ini bukan karna saya hebat. Sebagaimana tertulis dalam kitab Yesaya 41:6 “Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: “Kuatkanlah hatimu!”.” Hari ini saya ingat, saya menguatkan yang mungkin lupa. Jikalau suatu hari saya lupa, ingatkan saya ya :)

baca juga..

6 Responses to “Teman, Ingatlah Bahwa Allah Itu Setia”

  1. Minta maaf tidak menjadikan kita hina, Memberi maaf tidak menjadikan kita bangga, Tapi saling memafkan yang akan membuat kita menjadi mulia.. Toqobbalallahu minna wa minkum taqobbal yaa Kariim, Minal aidin wal faidzin, kami haturkan Mohon maaf lahir dan batin.

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, selamat meraih hari kemenangan nan fitri. semoga tahun depan kita dapat berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan maghfirah.

    Dari Admin http://www.indonesiamenulis.com/.
    Muslihun Al-lampani
    Beserta keluarga besar kami di Lampung dan Jambi.

  2. Salam kenal dan salam hangat ya sahabat.

  3. @Blogger Indonesia: Salam kenal juga, Mohon maaf lahir dan batin ya :4:

  4. Salam kenal, mo silahturahmi sekalian tukerean link, Linknya wis ta add
    diFAVORITE LINK trims ya

  5. @noershani: maaf sudah tidak menerima tukeran link :13:

  6. Betul kang… setuju….

Leave a Reply

:3: :4: :5: :6: :7: :8: :9: :10: :11: :12: :13: :14: :15: :16: :17: :19: :20: :22: :23:

Security Code:

  • Site Info

  • Free PageRank Checker